LATEST NEWS

Legenda Dibalik Sejarah Candi Prambanan Yang Terkenal

Author - October 29, 2014

Candi Prambanan merupakan sebuah candi yang terletak di Jama Tengah dan dibangun untuk Trimurti, Brahma, Wisnu, dan Siwa. Candi Prambanan baru dimulai pengerjaannya  pada abad ke-9. Berikut ini Kumpulan Sejarah akan menginformasikan secara lengkap mengenai sejarah candi prambanan yang dapat anda baca.

Penelusuran Masa Lalu Candi Prambanan
Candi yang kadang juga disebut candi Rara Jonggrang ini adalah candi yang dibuat oleh penganut agama Hindu untuk menghormati Brahma sebagai dewa pencipta, Wisnu sebagai penjaga, dan Siwa sebagai penghancur. Lokasi candi ini terletak 17 km dari Yogyakarta, kurang lebih berada di perbatasan daerah Jawa Tengah serta Yogyakarta. Nama Prambanan, seperti nama-nama candi lainnya merupakan nama modern yang diambil dari nama desa terdekat yaitu desa Prambanan. Ada kemungkinan bahwa nama ini merupakan bentuk lidah lokal menyebut “Para Brahman”. Ada juga yang menyimpulkan bahwa Prambanan berakar dari kata-kata (e)mban yang berarti membawa tugas, mencerminkan peran-peran yang dimainkan oleh para Dewa di dunia ini atau tugas yang harus dilakukan oleh masyarakat desa terkait dengan candi tersebut.

Legenda Dibalik Sejarah Candi Prambanan Yang Terkenal

Sejarah candi Prambanan baru mulai tertulis ketika Rakai Pakatan membangun candi pertama di area itu pada tahun 850 sebagai jawaban atas dibangunnya Candi Borobudur oleh dinasti Syailendra dan candi Sewu yang ada di dekatnya. Ahli sejarah berpendapat bahwa pembangunan candi Prambanan dimaksudkan sebagai tanda kebangkitan dinasti Hindu Sanjaya di Jawa Tengah setelah dominasi dinasti Buddha Syailendra selama hampir satu abad.

Perjuangan Rakai Pakatan membangun candi pertama kemudian terus dikembangkan dan dibangun oleh raja Lokapala dan Balitung Maha Sambu yang saat itu menjadi raja di Mataram. Menurut prasasti Shivagrha pada tahun 856, candi ini dibangun untuk menghormati Dewa Siwa dan nama aslinya adalah Shivagrha yang berarti “rumah Shiva”. Mengacu pada prasasti Shivagrha juga, diketahui bahwa ada sebuah proyek besar untuk mengubah aliran sungai di dekat candi tersebut, dimana sungai yang diidentifikasi sebagai sungai Opak kini mengalir dari utara menuju selatan tepat di sisi barat candi Prambanan. Awalnya, ujar para ahli sejarah, sungai ini mengalir lebih jauh ke timur dan dinilai terlalu dekat dengan candi utama.

Raja-raja Mataram selanjutnya seperti Daksa dan Tulodong selalu berusaha untuk melanjutkan pengembangan Candi Prambanan dengan cara terus melebarkan area candi seperti misalnya dengan menambahkan ratusan candi perwara di sekitar candi utama. Prambanan juga berfungsi sebagai candi kerajaan Mataram, dimana hampir seluruh upacara keagamaan dan pengorbanan diadakan di candi tersebut. Pada masa keemasan kerajaan Mataram, banyak yang berestimasi bahwa ratusan Brahma bersama murid mereka tinggal di dinding terluar area candi.

Pada tahun 930, Mpu Sendok memindahkan pusat kerajaan ke Jawa Timur dan mendirikan dinasti Isyana. Ada dua pendapat berbeda tentang pemindahan ini, yang pertama adalah erupsi gunung Merapi di utara Prambanan dan satu lagi adalah perebutan kekuasaan. Yang pasti, perpindahan ini menyebabkan kemunduran candi Prambanan, yang membawa pada terbengkalainya candi itu.

Pada tahun ke-16 juga terjadi sebuah gempa bumi yang hampir meruntuhkan seluruh candi. Meskipun candi tersebut sudah berhenti menjadi pusat pemujaan, sisa-sisa candi yang tersebar di area sekitarnya masih dikenali oleh masyarakat. Penemuan sisa-sisa candi dan patung-patungnya mengubah Prambanan menjadi sebuah cerita rakyat tentang Roro Jonggrang dimana candi Prambanan dikatakan dibuat oleh Bandung Bondowoso dengan iblis sebagai anak buahnya.

Baru pada abad ke-19 lah candi ini menarik perhatian dunia internasional. Pada tahun 1811, Colin Mackenzie, seorang surveyor dibawah komandan Thomas Stamford Raffles tidak sengaja mendatangi candi tersebut. Meskipun Sir Thomas memerintahkan anak buahnya untuk mengadakan survey penuh akan reruntuhan candi itu, tetap saja candi-candi tadi terbengkalai selama berabad-abad.

Karena ekskavasi arkeolog yang setengah-setengah pada tahun 1880, banyak orang Belanda dan masyarakat sekitar yang mengambil beberapa material dari candi untuk oleh-oleh atau sebagai bahan konstruksi. Akhirnya, pada tahun 1918 pihak Belanda mulai melakukan rekonstruksi pada sisa-sisa reruntuhan dan restorasi total baru dimulai pada tahun 1930 hingga hari ini.

Legenda Roro Jonggrang
Penciptaan legenda Roro Jonggrang tidak bisa dipisahkan dengan salah satu titik dalam sejarah candi Prambanan dimana terjadi gempa yang amat besar dan meluluhlantakkan candi-candi tersebut. Legenda ini juga menjadi pengait antara candi-candi ini dengan Kraton Ratu Boko.

Legenda ini dimulai dengan Pangeran Bandung Bondowoso yang jatuh cinta pada Roro Jonggrang, putri dari Raja Boko. Bandung Bondowoso kemudian membunuh Raja Boko dan menguasai kerajaannya hanya agar ia bisa menikahi Roro Jonggrang yang kemudian menolak lamaran tersebut karena hal yang dilakukannya. Meski begitu, ia tetap bersikeras menikahi Roro Jonggrang yang memaksa putri menerima lamarannya. Roro Jonggrang, sebelum terjadi pernikahan, menetapkan satu persyaratan dimana Bandung Bondowoso harus membuatkannya 1000 candi dalam satu malam.

Bandung Bondowoso menerima tantangan tersebut dan memulai meditasinya pada malam itu. Ketika sedang bermeditasi, ia memanggil ratusan arwah, jin, dan iblis yang ada di Bumi. Dengan bantuan pasukan supranaturalnya, ia berhasil membangun 999 candi. Saat sedang memulai konstruksi candi ke-1000, Roro Jonggrang membangunkan seluruh pembantu kerajaan dan memerintahkan gadis-gadis desa untuk mulai menumbuk padi dan menyalakan api di bagian timur candi untuk mengelabui Bandung Bondowoso dan pasukan-pasukan supranaturalnya. Rencana Roro Jonggrang diperhalus dengan bangunnya ayam-ayam dimana mereka mulai berkokok karena tertipu oleh suara kegiatan di pagi hari dan cahaya “matahari”, menyebabkan pasukan-pasukan iblisnya melarikan diri. Setelah mengetahui trik licik Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso marah luar biasa dan mengutuk Roro Jonggrang menjadi batu. Patung Roro Jonggrang inilah yang kemudian menjadi patung ke-1000. Legenda Roro Jonggrang ini terus hidup sebagai sejarah candi Prambanan bagi masyarakat yang menyukai cerita rakyat.