LATEST NEWS

Melacak Sejarah Masuknya Agama Islam ke Indonesia

Author - November 1, 2014

Awal mula agama Islam masuk ke Indonesia baru dimulai sekitar abad ke-11 oleh pedagang-pedagang dari Gujarat, India meskipun ada salah satu sumber yang mengatakan bahwa sebelumnya Muslim pernah singgah di Nusantara sebelumnya. Penyebaran Islam pada akhir abad ke-16 berhasil melampaui jumlah penganut agama Hindu dan Budha sebagai agama yang dominan di pulau Jawa dan Sumatera. Masyarakat Bali mayoritasnya tetap menganut agama Hindu, dan mereka yang ada di kepulauan area timur tetap menganut animisme hingga abad ke-17 dan 18 disaat Kristen mulai masuk ke areah tersebut.

Sejarah Awal Masuknya Islam ke Indonesia
Bukti sejarah tentang sejarah agama Islam masuk ke Indonesia amat terbatas dan tidak memberi pengetahuan baru tentang kejadian awalnya. Perdebatan antara ahli terus terjadi tentang perpindahan keyakinan masyarakat Indonesia. Bukti nyata tentang proses perpindahan keyakinan pada masa-masa awal hanyalah beberapa makam dan cerita-cerita tentang pengembara, dan bahkan bukti ini hanya bisa menjadi acuan bahwa ada beberapa orang Muslim yang ada di tempat dan waktu tertentu. Hal ini juga terkait dengan pemerintahan kolonial Indonesia waktu itu yang lebih menyukai penelusuran informasi-informasi tentang perkembangan Hindu dan Budha dalam proses ekskavasi. Bahkan oleh pemerintahan masa republik, biaya yang ada selalu lebih difokuskan untuk pembangunan masjid baru dibandingkan penelusuran masjid-masjid tua yang ada di Indonesia.

Melacak Sejarah Masuknya Agama Islam ke Indonesia

Sebelum agama Islam membentuk komunitas mereka sendiri, pedagang Muslim sebetulnya sudah beberapa kali muncul di Indonesia dalam rentang waktu beberapa abad. Ricklefs mengidentifikasi bahwa ada dua proses yang overlap mengenai proses Islamisasi di Indonesia. Yang pertama adalah Indonesia terekspos Islam yang dibawa oleh pedagang dan akhirnya memutuskan untuk pindah keyakinan, atau Muslim-Muslim Asia yang lainnya seperti dari India, Tiongkok, atau Arab, bermukim di Indonesia dan menyatu dengan komunitas lokal di tempat tersebut.

Teori lain yang banyak dipercaya adalah bahwa Islam sudah ada di Asia Tenggara sejak awal-awal era Islam. Dari era khalifah Islam ke-3 sekitar tahun 644 hingga 656, beberapa utusan Muslim sudah muncul di Tiongkok dan kemungkinan singgah di Indonesia, memulai penyebaran agama Islam masuk ke Indonesia lewat laut. Melalui kontak inilah utusan-utusan Arab ini muncul di Sumatera, melakukan kegiatan dagang di Sriwijaya. Munculnya Indonesia di antara para saudagar Arab baru dimulai saat masa kekhalifan Abassid dimana Indonesia terkenal akan pasar rempah-rempahnya.

Masuknya Muslim-Muslim asing di Indonesia tidak menandakan perpindahan agama masyarakat lokal ataupuh pendirian sebuah daerah Islam. Bukti awal penyebaran Islam yang paling bisa dipercaya muncul dari ukiran-ukiran pada batu nisan, dan batu nisan awal yang bisa dilacak berasal dari tahun 1082 dan merupakan makam dari orang Muslim asing. Muslim Indonesia yang pertama muncul dari Sumatera Utara saat Marco Polo kembali dari Tiongkok di tahun 1292 yang melaporkan setidaknya ada satu kota Muslim. Bukti fisik pertama yang berupa makam merujuk pada tahun 1297, makam dari Sultan Malik al Saleh yang saat itu merupakan pemimpin Samudera Pasai yang pertama kali beragama Islam dan makam-makam lain yang menandakan kepemimpinan Muslim. Keberadaan sekolah Shafi’i baru tertulis sekitar tahun 1346 oleh Ibnu Battutah yang merupakan seorang pengembara dari Maroko.

Penyebaran Islam di Daerah
Agama Islam masuk ke Indonesia dinilai sebagai penetrasi sosial yang penuh damai, dan sejak abad ke-14 hingga akhir abad ke-19 dinyatakan tidak ada kegiatan misionaris Muslim yang terorganisir. Hal ini kemudian dipatahkan oleh Ali Mughayat Syah yang memulai kampanye militer untuk menundukkan daerah utara Sumatera hanya untuk kemudian mengetahui bahwa di Sunda dan kerajaan Majapahit di Jawa Timur telah jatuh di tangan Muslim Jawa. Kerajaan Pajajaran juga akhirnya jatuh pada abad ke-16. Penyebaran Islam secara terorganisir juga semakin jelas dengan adanya Wali Songo yang dipercaya sebagai penyebar Islam di masa tersebut.

Bukti nyata tentang penyebaran Islam di Sumatera Utara muncul dari dua makam yang berasal dari abad ke-14 di Minye Tujoh. Kedua makam tersebut memiliki ukiran Islamis yang tertulis dalam huruf India dan Arab. Zheng He juga mencatat bahwa pada tahun 1414, Sumatera Utara sudah menjadi Kesultanan Islam, dan ketika ia berkunjung ke Kesultanan Malaka, pemimpinnya yang bernama Iskandar Shah merupakan seorang Muslim yang taat.

Di pulau Jawa, ditemukan beberapa makam Muslim dari tahun 1369 yang tertulis dalam tulisan Jawa Kuno, menunjukkan bahwa yang dikuburkan di tempat tersebut adalah orang Jawa, dan bukan orang Asing yang beragama Islam. Tidak ada yang tahu pasti kapan orang-orang di pantai utara Jawa mengadopsi Islam sebagai agama. Ma Huan, seorang Islam Tiongkok mengunjungi pantai Jawa pada tahun 1416 dan melaporkan bahwa ada tiga tipe masyarakat Jawa: Muslim di area barat, Tiongkok (yang beberapa merupakan Muslim), dan orang Jawa kuno. Sebuah makam Muslim yang ditemukan pada tahun 1419 adalah milik Maulana Malik Ibrahim yang setelah diteliti bukan merupakan orang Jawa. Meski begitu, Malik Ibrahim dipercaya merupakan salah satu dari sembilan Wali Songo.

Suma Oriental yang ditulis oleh Pires melaporkan bahwa pada waktu itu, daerah Jawa Barat yang menggunakan Sunda sebagai bahasanya tidak menganut Islam, malah sangat membencinya. Baru pada abad ke-16, Muslim mulai menduduki area-area tersebut. Mengingat pantai utara Jawa merupakan sebuah area Islam, perang terus terjadi antara mereka.

Sejarah agama Islam masuk ke Indonesia merupakan salah satu bagian terpenting dalam sejarah perkembangan Indonesia. Hal ini disebabkan karena beberapa perjuangan-perjuangan melawan penjajahan Belanda nantinya, beberapa berdasarkan alasan agama. Begitu juga dalam pembuatan Pancasila bertahun-tahun berikutnya dimana diusulkan agama Islam menjadi agama utama Indonesia.