LATEST NEWS

Mengulas Asal Usul Sejarah Bendera Merah Putih

Author - October 25, 2014

Berbicara tentang asal usul sejarah bendera merah putih berarti juga berbicara tentang awal berdirinya Indonesia yang mencoba lepas dari jajahan Belanda pada masa itu. Bendera merah putih milik Indonesia melambangkan keberanian dan kesucian. Bendera yang juga disebut sang Saka Merah Putih ini dijahit oleh istri Soekarno yang bernama Fatmawati, dan pertama kali dikibarkan sesaat setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Soekarno.

Sejarah Bendera Merah Putih
Sebelum masa kolonialisme berlangsung, sejarah bendera merah putih sudah pernah ditorehkan oleh kerajaan-kerajaan kuno Indonesia pada masa itu. Beberapa orang percaya bahwa Sang Saka Merah Putih diambil berdasarkan warna kerajaan Majapahit. Selain itu moto nasional juga dipercaya merupakan saduran dari puisi Jawa kuno berjudul “Kakawin Sutasoma” yang ditulis oleh Mpu Tantular dari Majapahit. Sebelum Majapahit, dikabarkan bahwa ada bendara merah putih yang dikibarkan pada tahun 1292 dimana saat itu terjadi perang antara Jayakatwang melawan Kertanegara.

Mengulas Asal Usul Sejarah Bendera Merah Putih

Penggunaan bendera merah putih di Kerajaan Majapahit tertulis dalam buku karangan Mpu Prapanca yang berjudul Negarakertagama dimana pada buku tersebut diceritakan bahwa bendera merah putih sudah menjadi benda sakral yang selalu digunakan setiap ada upacara hari kebesaran raja Hayam Wuruk saat ia berkuasa di tahun 1350 hingga 1389. Mpu Prapanca juga berpendapat bahwa bagi Majapahit, warna merah dan putih adalah warna yang mulia. Hal ini ia simpulkan karena gambar yang ada pada kereta milik para raja yang menghadiri upacara-upacara besar selalu dihiasi dengan gambar berwarna merah.

Selain Majapahit dan Singosari, bendera perang yang dimiliki Sisingamangaraja IX yang berasal dari Batak juga memilih warna merah putih sebagai panji perangnya, dimana bentuknya adalah bendera dengan latar warna merah dan putih, serta pedang ganda yang juga berwarna putih. Dua pedang yang digambarkan pada bendera tersebut melambangkan pusaka milik keturunan Sisingamangaraja, yaitu Piso Gaja Dompak.

Sejarah bendera merah putih pra-penjajahan Belanda terjadi juga di Aceh dimana ketika itu para pejuang aceh menggunakan bendera berwarna merah putih dengan corak pedang, matahari, bulan sabit, ayat suci Qur’an, dan matahari. Di Bugis, bendera merah putih mereka kenal dengan nama Woromporang dan merupakan simbol kebesaran dan kekuasaan kerajaan mereka. Begitu juga saat perang Diponegoro yang saat itu menggunakan bendera merah dan putih saat melawan Belanda pada tahun 1825 hingga 1830.

Di Minangkabau, terdapat sebuah Kitab Tembo Alam, dimana kitab tersebut merupakan salinan tahun 1840 dari kitab yang sudah lebih berumur. Kitab tersebut menuliskan bahwa bendera alam Minangkabau juga memiliki warna dasar merah dan putih, ditambah dengan warna hitam. Konon bendera ini adalah peninggalan kerajaan Minangkabau di abad ke-14 saat diperintah oleh Maharaja Adityawarman. Warna merah adalah warna hubalang, menggambarkan orang-orang yang menjalankan perintah. Warna putih adalah warna agama yang menggambarkan para alim ulama. Dan warna hitam adalah warna adat Minangkabau, yang melambangkan penghulu adat Minangkabau.

Zaman Penjajahan
Pada Oktober 1908, Budi Utomo sebagai gerakan nasionalis pertama dibentuk, dan menyusul 4 tahun kemudian dibentuklah Sarekat Islam sebagai gerakan massa pertama yang terbentuk. Pada bulan Desember 1912, Sarekat Islam sudah memiliki lebih dari 90.000 anggota, dimana jumlah yang sangat banyak ini membuat Belanda ketakutan dan melakukan opresi besar-besaran terhadap gerakan-gerakan nasionalis yang memiliki banyak anggota. Para pemimpin dari gerakan-gerakan nasionalis tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah orang-orang yang telah menuntut ilmu di Belanda dan diracuni dengan bumbu-bumbu manis kemerdekaan ala barat. Pada masa ini, komunis-komunis Indonesia juga melihat kesempatan dan membuat gerakan nasionalis mereka sendiri.

Penekanan besar-besaran akan gerakan nasionalis ini berujung dengan penangkapan banyak figur-figur yang nantinya berpengaruh besar kepada merdekanya Indonesia seperti penangkapan Soekarno pada 29 Desember 1929 bersama Mohammad Hatta, dan juga Sutan Sjahrir yang nantinya menjadi perdana mentri pertama Indonesia. Soekarno sempat dilepaskan pada bulan Desember 1931, namun kembali ditangkap pada tanggal 1 Agustus 1933 oleh Belanda.

Pada tahun 1928, bendera merah putih yang dulu sempat digunakan oleh kerajaan-kerajaan kuno di Indonesia kembali dihidupkan oleh para pelajar dan nasionalis di awal abad ke-20. Hal ini mereka lakukan sebagai bentuk protes dan ekspresi nasionalisme melawan Belanda. Pengibaran bendera merah putih ini pertama kali terjadi di pulau Jawa pada tahun 1928, dimana saat itu Indonesia masih dalam penjajahan Belanda, dan pengibaran bendera tersebut dilarang oleh para tentara Belanda.

Pada tahun 1940, Jepang menginvasi Indonesia dan serentak mengusir Belanda dari seluruh pelosok negeri. Baru pada bulan Maret tahun 1942, seluruh pasukan Belanda diusir dari Indonesia. Invasi Jepang ini juga kembali menyalakan api nasionalisme dari gerakan-gerakan yang tadinya ditekan habis-habisan oleh Belanda untuk kembali berjaya. Pada tahun 1945, pihak Jepang membuat sebuat komite yang bernama BPUPKI untuk mengatur kemerdekaan Indonesia, dan di pertemuan pertama tersebut Soepomo membicarakan tentang integrasi nasional. Pada bulan Agustus di tahun yang sama, Soekarno dan Hatta diterbangkan untuk bertemu Hisaichi Terauchi yang mengabarkan kemerdekaan akan diberikan pada tanggal 24 Agustus.

Sejarah bendera merah putih baru kembali berlanjut dengan kalahnya Jepang dan diproklamasikannya kemerdekaan oleh Soekarno pada 17 Agustus. Pada proklamasi kemerdekaan Indonesia inilah, bendera pusaka merah putih pertama kali berkibar selama sehari semalam. Bendera ini dijahit oleh istri Soekarno yang bernama Fatmawati dengan dasar desain bendera Majapahit yang memiliki sembilan garis merah dan putih. Hingga kini, bendera pusaka ini masih terus diikut sertakan setiap ada upacara kemerdekaan meskipun tidak lagi dikibarkan.

Sekian dulu ya ulasan singkat mengenai kisah sejarah bendera merah putih, semoga artikel yang kami berikan dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita semua tentang sejarah serta menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi terhadap sebagai warga negara Indonesia. Terima kasih telah mengunjungi Kumpulan Sejarah.