LATEST NEWS

Sejarah Berdiri Negara Jerman

Author - November 20, 2014

Konsep Jerman sebagai sebuah negara di Eropa tengah bisa dilacak hingga masa komandan Romawi, Julius Caesar, yang menyebut daerah tanpa pemimpin di timur Rhine sebagai Germania untuk membedakannya dengan Gaul (Prancis) yang telah ia kuasai. Meski begitu, suku Jerman ini berhasil menggagalkan aneksasi oleh Kekaisaran Romawi karena kemenangan mereka pada pertempuran di hutan Teutoburg. Ketika Kekaisaran Romawi runtuh, Frank, kumpulan suku-suku Jerman, berhasil menguasai suku Jerman Barat. Ketika Kerajaan Frankish terbagi diantara keturunan Charlemagne di tahun 843, bagian timur berubah menjadi Francia Timur. Pada tahun 962, Otto mejadi kaisar pertama dari Holy Roman Empire, bentukan prasejarah Jerman dan membuka sejarah awal berdiri negara Jerman.

Sejarah Berdiri Negara Jerman

Sejarah Jerman
Sejarah berdiri negara Jerman mungkin sudah dimulai dengan ethnogenesis dari suku-suku Jerman yang berlangsung sejak jaman perunggu Nordik, atau sebelum era besi pra-Romawi. Hal ini dimulai dari Skandinavia selatan dan terus meluas menuju area selatan, timur, dan barat pada abad pertama sebelum masehi. Suku-suku Jerman ini kemudian membuat kontak dengan suku Celtic dari Gaul, Iranian, Baltik, dan suku Slavic di Eropa Tengah. Meski begitu, hanya sedikit yang diketahui tentang sejarah Jerman kecuali dari interaksi mereka dengan kekaisaran Romawi, riset etimologis, dan penemuan arkeologis dari suku-suku yang sekarang sudah berevolusi menjadi masyarakat Jerman modern.

Pada masa-masa awal abad ke-1, pasukan Romawi menjalankan sebuah kampanye panjang ke area Germania. Setelah berkali-kali terjadi konfrontasi, suku-suku Jerman ini akhirnya berhasil mengalahkan pasukan Romawi pada tahun 9. Pada tahun 100, suku-suku Jerman ini kemudian bermukim bersama lini depan Romawi di Rhine dan Danube, menduduki sebagian besar area yang sekarang menjadi Jerman modern. Meski begitu, Austria, Bavaria selatan, dan Rhineland barat tetap menjadi bagian dari Romawi. Pada abad ke-3, mulai banyak suku Jerman yang berasal dari bagian barat seperti Franks, Chatti, Alamanni, Saxons, Frisii, dan Thuringii. Pada sekitar tahun 260, orang-orang Jerman ini menembus pertahan Limes dan lini depan Danube untuk menyerang area yang diduduki oleh Romawi. Sementara para suku Jerman sibuk menduduki daerah Romawi, daerah-daerah tanpa pemimpin yang sekarang menjadi bagian Jerman modern diduduki oleh suku Han pada awal abad ke-4 hingga tahun 469.

Mulai dari tahun 486, sejarah berdiri negara Jerman memasuki babak baru dengan berdirinya kerajaan yang dibuat oleh suku Frank. Kerajaan ini berakhir ketika pada tahun 768, Pepin si Pendek, raja Frank saat itu meninggal dunia dan anaknya, Charles, mengonsolidasi kontrol kerajaannya dan dikenal sebagai Charlemagne. Pemerintahan Charlemagne bermula dari tahun 771 hingga waktu ia wafat pada tahun 814, dan di masa ini kerajaannya yang bernama Carolingian berkembang hingga daerah Italia utara dan teritori dari seluruh warga Jerman Barat termasuk Saxon dan Bavaria. Pada tahun 800, otoritas Charlemagne diresmikan dengan koronasinya sebagai Kaisar Romawi Suci oleh paus pada suatu malam natal di Romawi.

Di tahun 936, Otto I Agung dijadikan raja di Aachen, dan koronasinya sebagai kaisar oleh paus di Romawi pada tahun 962 menjadikan Holy Roman Empire menjadi Jerman. Otto memperkuat otoritas kerajaan dengan menegaskan ulang hak Carolingian terhadap perjanjian gererjawi. Otto mulai menghidupkan kembali program Carolingian tua dengan menunjuk misionaris di daerah perbatasan. Dengan berbagai cara termasuk cara tadi, Otto berhasil mendirikan sebuah gereja nasional.

Sejarah berdiri negara Jerman modern baru dimulai pada abad ke-16 dimana banyak keinginan untuk reformasi terhadap ketidakpuasan gereja katolik. Reformasi yang akhirnya dimulai pada tahun 1517 ini didasari dengan publikasi 95 tesis milik Martin Luther yang ia publikasikan di pusat kota dan berikan salinannya kepada bangsawan-bangsawan Jerman. Tesis yang ia tulis dan sebarkan tersebut mengandung 95 kejadian yang oleh Luther dianggap sebagai bentuk korupsi yang dilakukan oleh gereja Katolik. Pada tahun 1521, reformasi yang dimulai oleh Luther menyebar secara cepat, dibantu dengan perang melawan Prancis dan Turki yang dilakukan oleh Kaisar Charles V. Pada tahun 1524, terjadi perang rakyat jelata di Jerman yang pecah di Swabia, Franconia, dan Thuringia antara rakyat jelata melawan pangeran dan tuan tanah yang berkuasa. Meski begitu, pemberontakan ini berhasil ditekan oleh pangeran lokal.

Setelah terjadi berbagai macam hal yang sempat menggoyang Jerman seperti misalnya perang tiga puluh tahun (1618 hingga 1648) dan revolusi Prancis (1789-1815), pada tahun 1815 dibuatlah Deutscher Bund (Konfederasi Jerman) yang terdiri dari asosiasi 39 negara bagian untuk mengoordinasi ekonomi dari daerah-daerah yang menggunakan bahasa Jerman sebagai bahasa ibu mereka. Inggris menyetujui usulan ini karena orang-orang di London merasa bahwa butuh sebuah kekuatan yang stabil dan damai di daerah Eropa Tengah agar bisa membantu mereka mengecam gerakan agresif yang dilakukan oleh Prancis dan Rusia. Konfederasi ini tumbang karena ada persaingan Prussia melawan Austria, revolusi tahun 1848, dan ketidakmampuan beberapa anggota untuk berkompromi. Perkumpulan ini digantikan dengan Konfederasi Jerman Utara.

Salah satu era yang paling terkenal dalam sejarah berdirinya negara Jerman mungkin adalah ketika pada tahun 1857 raja Jerman saat itu mengalami stroke dan digantikan oleh saudaranya yang menunjuk Otto von Bismarck menjadi kanselir pada tahun 1862. Pada masa Bismarck, Ia berhasil menyatukan seluruh area Jerman kedalam Second German Reich, dimana ia juga berusaha untuk membangun aliansi di Eropa yang selain bertujuan untuk mengawasi Prancis, juga untuk mengosolidasi keberadaan Jerman di Eropa. Bismarck dipecat ketika Kaisar Wilhelm II mengambil alih kekuasaan.