LATEST NEWS

Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW Lengkap

Author - November 2, 2014

Bagi kita umat Islam sangatlah penting untuk mengetahui sejarah hidup Nabi Muhammad SAW, sehingga kita dapat lebih mengenal beliau lebih dalam. Beliau sendiri adalah anak dari pasangan Abdullah bin Abdul­ Muttalib setelah menikah dengan Aminah binti Wahab. Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal di tahun gajah yang jatuh pada hari senin. Sayangnya ayah beliau meninggal saat Nabi Muhammad SAW belum dilahirkan dengan demikian beliau lahir dalam keadaan yatim.

Masa kecil Nabi Muhammad SAW diasuh oleh keluarganya
Selama empat tahun setelah kelahiran Nabi Muhammad SAW, beliau disusui oleh Halimah as-Sa’diyah dan selama itu pulalah beliau tinggal bersamanya di desa Bani Sa’ad yang menjadi berkelimpahan dengan kedatangan Nabi Muhammad SAW. Namun pada usia menjelang 5 tahun ibu susu beliau secara tiba-tiba mengembalikan Nabi Muhammad SAW kepada ibu kandungnya. Hal tersebut disebabkan karena keanehan yang dialami oleh beliau saat Nabi Muhammad SAW didatangi oleh 2 orang laki-laki berpakaian semua putih yang melakukan sesuatu pada dada Nabi Muhammad SAW setelah mereka membaringkannya. Anehnya tidak terjadi apa-apa setelah peristiwa tersebut, namun tetap saja Halimah as-Sa’diyah merasa khawatir.

Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW Lengkap

Pada saat umur 6 tahun ibu Halimah as-Sa’diyah meninggal mendadak karena sakit saat sedang berada dalam perjalanan mengunjungi makam suaminya. Karena itulah setelahnya beliau diasuh oleh Abdul-Muttalib yang adalah kakek beliau. Dalam sejarah hidup Nabi Muhammad SAW, beliau terus bersama disana selama 3 tahun sampai kakenya meninggal. Setelahnya beliau di tinggal bersama Abu Thalib yang adalah paman beliau yang adalah seorang pedagang.

Pernikahan Nabi Muhammad SAW dalam perjalanannya
Nabi Muhammad SAW diajarkan untuk berdagang oleh pamannya dan beliau disuruh untuk menemui Siti Khadijah agar dapat membawa barangnya untuk dijual sebab mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Untunglah Siti Khadijah setuju saat Nabi Muhammad SAW mengungkapkan keinginannya sehingga beliau dapat pergi ke Syam dan mendapatkan keuntungan sangat besar yang bahkan belum pernah didapatkan oleh orang lain sebelumnya.

Siti Khadijah sangat senang dan mengagumi Nabi Muhammad SAW setelah hal tersebut. Apalagi dilihatnya bahwa beliau adalah sosok yang sopan, jujur dan ramah, karena itulah segera saja cinta tumbuh dari kekaguman tersebut dan mereka pun menikah. Mereka dikaruniai enam orang anak yaitu Zainab, Ummu Kaltsum, Fatimah, Abdullah, Ruqayyah, dan Qasim, namun sayangnya anak laki-laki beliau semuanya meninggal saat masih anak-anak.

Kepercayaan yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW
Saat dinding Ka’bah rusak karena diterjang banjir, banyak kaum Quraisy yang bekerja untuk memperbaikinya. Namun setelah semuanya selesai terjadilah perselisihan antar clan dikarenakan mereka semua ingin menjadi clan yang membawa Hajar al-Aswad untuk dikembalikan ketempat sebelumnya. Karena tidak dapat diselesaikan dan hampir saja terjadi pertempuran akhirnya mereka memutuskan bahwa siapapun yang pertama kali datang memasuki pintu Masjid maka orang itulah yang berhak memutuskan siapa yang akan membawa Hajar al-Aswad untuk dikembalikan ketempat sebelumnya.

Dalam Sejarah hidup Nabi Muhammad SAW mencatat ternyata keesokannya Nabi Muhammad SAW lah yang pertama kali datang memasuki pintu Masjid maka beliaulah yang berhak memutuskan siapa yang akan membawa Hajar al-Aswad untuk dikembalikan ketempat sebelumnya. Semua clan kaum Quraisy pun setuju karena mereka tahu bahwa beliau adalah orang bijaksana dan dapat dipercaya. Akhirnya beliau menaruh Hajar al-Aswad dalam surbannya dan meminta para tetua clan untuk membawanya bersama-sama sementara beliau yang mengangkat dan mengembalikannya ke tempat semula. Karena peristiwa ini maka beliau mendapat julukan Al-Amin karena beliau adalah orang yang dipercaya.

Ajaran Nabi Muhammad SAW kepada umat Islam
Setelah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu maka jelaslah bahwa ia harus mengajak umat islam untuk menyembah Allah Yang Maha Esa. Ia lalu mengajak seluruh anggota keluarganya secara diam-diam sebelum akhirnya memberanikan diri untuk mengajar secara terbuka setelah 3 tahun bersembunyi.

Namun karena kegiatannya dalam mengajar, Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya dihina dan dianiaya sampai hampir mati. Sehingga akhirnya pengikut beliau terpaksa untuk hijrah ke Ethiopia. Disana mereka malah disambut dengan senang hati dan malah diberi perlindungan sementara Nabi Muhammad SAW masih berada di Mekkah. Nabi Muhammad SAW masih tetap menyebarkan agama Islam sampai dapat menarik para pembesar kaum Quraisy untuk masuk ke dalam agama Islam.

Tercatat dalam Sejarah Hidup Nabi Muhammad, ketika beliau pergi ke Thaif untuk mengajarkan agama islam. Namun beliau tidak dapat membujuk bani Tsaqif disana dan diusir dengan dilempari batu. Setelah kembali ke Mekkah terjadilah peristiwa yang dikenal dengan nama Isra’ Mi’raj yang makin menguatkan iman Nabi Muhammad SAW untuk tidak henti-hentinya menyebarkan agama Islam. Beliau juga merasa mendapatkan kekuatan lebih setelah peristiwa tersebut.

Akhirnya Nabi Muhammad SAW terus-menerus menyebarkan agama Islam sampai berhasil mengajak orang-orang Yatsrib untuk masuk Islam, beliau pun akhirnya pindah ke Yatsrib dan membangun angkatan perangnya untuk menyerang Mekkah. Setelah beberapa pertempuran besar yang terjadi akhirnya Mekkah berhasil direbut dan kemenangan untuk Nabi Muhammad SAW berbuah manis dan tugas beliau sudah selesai.

Akhirnya saat selesai haji wada pada tahun 11 Hijriyah yaitu pada tanggal 12 Maulud yang jatuh pada hari hari Senin Nabi Muhammad SAW tutup usia dengan meninggalkan Al-Qur’an serta As-SUnnah untuk umatnya. Beliau pun menerima wahyunya yang terakhir yang menggenapi seluruh tugas kerasulannya. Beliau dimakamkan di kota Madinah.