LATEST NEWS

Sejarah Kerajaan Sriwijaya – Kerajaan Maritim Terbesar

Author - October 22, 2014

Sejarah mengenai Kerajaan Sriwijaya memang menjadi legenda nusantara Indonesia. Kerajaan ini merupakan kerajaan maritim terbesar karena berhasil menguasai berbagai macam daerah yaitu pulau Kalimantan, pulau Jawa, dan pulau Sumatera. Tidak hanya daerah di kawasan Indonesia saja namun kekuasaan Kerajaan ini berhasil mencapai wilayah Asia yang lain yaitu Kamboja, Semenanjung Malaya, dan juga Thailand bagian selatan. Karena keberhasilannya tersebut Kerajaan Sriwijaya menjadi penguasa dalam perdagangan di Asia Tenggara.

Sriwijaya berasal dari dua kata yaitu “Sri” yang artinya adalah cahaya atau gemilang dan “Wijaya” yang artinya adalah kemenangan. Jika disatukan maka Sriwijaya memiliki nama panjang “kemenangan gemilang”. Kerajaan Sriwijaya sendiri juga banyak diartikan dalam bahasa-bahasa lain dengan nama berbeda seperti dalam bahasa Sansekerta nama Sriwijaya menjadi Yavadesh.

Awal Mula Sejarah Kerajaan Sriwijaya
Memang banyak sekali prasasti-prasasti yang menerangkan tentang perkembangan Kerajaan Sriwijaya sampai dengan runtuhnya kerajaan tersebut. Namun, sangat sedikit bukti yang menceritakan tentang awal berdirinya kerajaan ini. Salah satu peninggalan sejarah berdirinya kerajaan Sriwijaya didapat dari sebuah berita Cina yang menceritakan seorang Pendeta asal Tiongkok bernama I-Tsing dari tahun 682 Masehi. Saat itu I-Tsing sempat singgah sebentar ke Kerajaan Sriwijaya yang dipimpin oleh Raja Dapunta Hyang karena ingin belajar bahasa Sansekerta.

Sejarah Kerajaan Sriwijaya - Kerajaan Maritim Terbesar

Bukti kedua mengenai awal berdirinya Kerajaan Sriwijaya di dapat dari beberapa prasasti peninggalan sejarah Sriwijaya sendiri yaitu prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Palembang. Diketahui bahwa prasasti tersebut berasal dari tahun 683 Masehi. Prasasti tersebut menceritakan perjalanan Raja Dapunta Hyang dalam menaklukkan berbagai daerah dengan 20.000 tentara hanya dalam waktu 8 hari.

Dari ke dua bukti bersejarah yang telah ditemukan dapat disimpulkan bahwa mulai berdirinya kerajaan Sriwijaya adalah pada abad ke-7 dengan Raja Dapunta Hyang sebagai penguasa pertama.

Perkembangan Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya mengalami masa kejayaan yang begitu pesat dari abad ke-8 hingga abad ke-10 berkat usaha mereka dalam menaklukkan berbagai daerah di Asia Tenggara. Sriwijaya berhasil memperluas daerah perbatasan mereka dan menjadikan Kerajaan Sriwijaya sebagai pusat Maritim dan perdangan di Asia.

Hal yang paling mencolok adalah dominasi mereka di kawasan Selat Sunda dan Selat Malaka. Ke dua selat ini menjadi pusat perdangan rempah-rempah yang mengenakan bea cukai. Selain itu ada juga berbagai macam perdangan lokal yang dilakukan oleh orang-orang di seluruh dunia. Kapal-kapal yang datang dari berbagai penjuru seperti India dan Tiongkok menjadikan Sriwijaya semakin bertambah makmur. Lebih lanjut, Sriwijaya rupanya juga menjalin hubungan dagang dengan tanah Arab dan di abad ke-10 Sriwijaya semakin banyak mendapatkan keuntungan dari pertalian dagang antara lain dengan Negeri Cina. Dari situ Sriwijaya juga mulai mengenal yang namanya buah Semangka.

Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah menggambarkan masa kejayaan sejarah Kerajaan Sriwijaya dalam bentuk relief. Di dalam relief tersebut terdapat ukiran kapal layar dengan cadik ganda. Kapal tersebut merupakan kapal yang dipakai oleh Kerajaan Sriwijaya untuk mengarungi samudera dan nusantara. Kapal tersebut merupakan jenis kapal yang dinaiki oleh bangsa Austronesia pada abad ke-8.

Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Maritim yang begitu hebat ini pada akhirnya mengalami keruntuhan di abad ke-13. Keruntuhan Sriwijaya mengalami puncaknya saat harus jatuh ke tangan Kerajaan Majapahit. Ada beberapa faktor yang menyebabkan runtuhnya Kerajaan Sriwijaya yang dapat kita lihat sebagai berikut:

  1. Penyerangan yang dilakukan oleh Raja Chola dari India menyebabkan kekacauan perdagangan Kerajaan Sriwijaya. Armada perang milik Sriwijaya berhasil dikalahkan oleh Raja Chola dan dia pun mengambil alih perdagangan di Asia Tenggara yang telah dibangun lama oleh Sriwijaya.
  2. Karena berbagai penyerangan tersebut, Kerajaan Sriwijaya mulai mundur dan lemah. Banyak sekali daerah-daerah yang dahulu berhasil ditaklukkan menggunakan kesempatan ini untuk lepas dari kekuasaan Sriwijaya.
  3. Munculnya kekuatan baru yang berhasil merebut daerah-daerah taklukkan Kerajaan Sriwijaya yaitu Pagaruyung serta Dharmasraya. Mereka berhasil mengambil wilayah pulau Jawa bagian barat, semenanjung Malaya, dan juga pulau Sumatera.
  4. Ekonomi Kerajaan Sriwijaya semakin melemah. Hal ini disebabkan oleh para pedagang yang menarik diri dari kawasan perdagangan Sriwijaya sebab wilayah-wilayah strategis perdagangan telah berkurang karena sudah direbut oleh penguasa lain.
  5. Kerajaan-kerajaan baru dan kuat mulai muncul seperti Kerajaan yang dipimpin oleh Dharmasraya. Bahkan Kerajaan Sriwijaya berhasil direbut dan dikuasai sepenuhnya oleh Dharmasraya. Selain itu, juga ada Kerajaan Singhasari yang melakukan perjalanan atau ekspedisi Pamalayu.

Itulah sejarah Kerajaan Sriwijaya mulai dari awal berdirinya kerajaan tersebut, perkembangan dan masa kejayaan, hingga runtuhnya kerajaan maritim terbesar Sriwijaya.

Catatan Tambahan Mengenai Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya berdiri sejak abad ke-7 hingga abad ke-13 saat ditaklukkan oleh Kerajaan Majapahit. Selama masa berdirinya Sriwijaya, kerajaan tersebut sudah dipimpin oleh 20 Raja. Raja pertama adalah Dapunta Hyang sedangkan Raja terakhir yang memimpin Sriwijaya adalah Udayadityawarma.

Berikut berbagai sumber prasasti yang menceritakan keseluruhan sejarah Kerajaan Sriwijaya:

  1. Prasasti Kedukan Bukit yang menceritakan perjalanan Dapunta Hyang menaklukkan berbagai wilayah dengan 20.000 prajurit. Prasasti ini ditemukan di Palembang.
  2. Prasasti Talang Tuo yang menceritakan pembuatan taman oleh Dapunta Hyang. Taman tersebut diberi nama Sriksetra. Prasasti ini juga ditemukan di Palembang.
  3. Prasasti Kota Kapur yang ditemukan di Bangka.
  4. Prasasti Karang Birahi yang ditemukan di Jambi, isinya menceritakan tentang permohonan keselamatan Kerajaan Sriwijaya dan rakyatnya.
  5. Prasasti Talang Batu yang ditemukan di Palembang yang berisi kutukan terhadap mereka yang melanggar perintah Raja.
  6. Prasasti Palas di Pasemah yang ditemukan di Lampung, menceritakan bahwa Lampung telah dikuasai Kerajaan Sriwijaya.
  7. Prasasti Ligor yang ditemukan di tanah genting Kra.