LATEST NEWS

Sejarah Perkembangan Internet di Indonesia

Author - November 3, 2014

Internet merupakan sebuah cara untuk mengetahui berita yang ada di seluruh dunia hanya dengan satu klik saja. Sejarah internet di Indonesia baru dimulai pada tahun 1994 dan diprakarsai oleh IndoNet, padahal internet di belahan dunia lain sudah mulai berkembang sejak tahun 1960 dimulai dengan pengembangan ARPANET oleh profesor di Universitas Californa, Los Angeles.

Sejarah Internet di Dunia
Sebelum membahas tentang sejarah perkembangan internet di Indonesia, mari kita bahas terlebih dahulu tentang kejadian awal terciptanya teknologi internet ini. Awal pengembangan internet pertama kali diprakarsai oleh Robert Taylor yang baru saja dipromosikan menjadi kepala pemroses informasi di Defense Advanced Research Project Agency (DARPA). Robert awalnya ingin merealisasikan ide tentang sistem jaringan yang terinterkoneksi, karena itulah ia membawa Larry Roberts yang merupakan lulusan MIT dan memulai proyek pembangunan sistem jaringan tersebut. Tautan ARPANET yang pertama akhirnya berhasil diselesaikan pada tanggal 29 Oktober 1969. Pengembangan ARPANET terfokus pada proses Request for Comments yang hingga kini masih digunakan dalam penyebaran protokol dan system internet. Piranti lunak yang digunakan disebut RFC 1 dan dituliskan oleh Steve Crocker dari Universitas California, Los Angeles pada 7 April 1972. ARPANET kemudian menjadi inti dari apa yang sekarang berubah menjadi internet. ARPANET awal tidak menggunakan TCP/IP, melainkan Program Pengatur Jaringan (NCP). Barulah pada tanggal 1 Januari 1943 TCP/IP yang jauh lebih fleksibel dan kuat digunakan sebagai pengganti NCP.

Sejarah Perkembangan Internet di Indonesia

Pada tahun 1965, Donald Davies dari National Physical Laboratory di Inggris mencetuskan sebuah jejaring data nasional berbasis packet-switching. Meskipun tidak ditanggapi di tingkat Nasional, Mark I dari mesin tersebut perhasil dibuat pada tahun 1970 dan dapat melakukan packet switching antara laboratorium. Pada tahun 1976, jumlah komputer yang terkoneksi bertambah menjadi 12 komputer, dan 75 terminal hingga akhirnya jaringan ini diubah pada tahun 1986.

Setahun setelah jaringan yang dibuat di NPL dicetuskan, peneliti di Prancis melakukan riset untuk membuat jaringan packet-switching yang diberi nama CYCLADES. Proyek yang diketuai oleh Louis Pouzin ini pertama kali didemonstrasikan pada tahun 1973 dan bertujuan untuk memberi alternatif pada ARPANET. CYCLADES merupakan jaringan pertama dimana host adalah yang bertanggung jawab akan penyampaian data dan bukan jaringannya.

Cikal-bakal latar belakang munculnya internet di Indonesia mulai tercatat ketika Robert E. Kahn dari DARPA merekrut Vinton Cerf dari Universitas Stanford untuk menyatukan banyaknya jaringan yang ada. Pada tahun 1973, sebuah reformulasi fundamental berhasil ditemukan dimana perbedaan tiap jaringan nantinya akan disembunyikan menggunakan protokol antar jaringan. Dan sama seperti CYCLADES, host akan menjadi yang bertanggung jawab dalam mengantarkan paket ke tempat tujuan. Protokol temuan yang akhirnya disebut RFC 675 akhirnya tercatat sebagai yang pertama menuliskan “internet,” kependekan dari internetworking dan perlahan berubah dari adjektif menjadi kata benda.
Teknologi internet yang sangat menarik bagi para ilmuwan membuatnya tersebar dengan sangat cepat. Penggunaan TCP/IP yang mempermudah penggunaan infrastruktur jaringan yang sudah pernah ada juga merupakan salah satu pencapaian internet. Protokol routing juga akhirnya dikembangkan dengan tujuan menghapuskan aspek pemetaan yang tersentralisasi. Protokol Gateway Exterior mulai digantikan dengan Protokol Gateway Border yang menyediakan topologi mesh untuk internet, dan menggunakan arsitektur sentralisasi yang ada pada ARPANET.

Sekitar tahun 1984 dan 1988, CERN memulai instalasi TCP/IP untuk sistem komputer internal mereka, workstation, Komputer pribadi, dan sistem kontrol terkaselerasi. CERN mulai membentuk jaringan sendiri yang mereka beri nama CERNET dan sama sekali tidak mendukung protokol jaringan sebelum-sebelumnya. Pada 1988, Daniel Karrenberg dari Belanda mengunjungi koordinator TCP/IP CERN dan mencari cara untuk transisi UUCP Usenet di Eropa menuju TCP/IP. Pada tahun 1987, Ben Sagal bertemu dengan Len Bosack dari Cisco yang saat itu masih menjadi perusahaan kecil tentang transaksi pembelian router TCP/IP. Bosack berhasil memberikan beberapa masukan dan mendorong CERN untuk membeli piranti lunak CISCO sebagai piranti yang tepat untuk perubahan protokol jaringan menjadi TCP/IP. Hal ini bersamaan dengan berdirinya Reseaux IP Europeen (RIPE) yang awalnya hanya terdiri dari sekelompok administrator jaringan. Perkembangan internet di Eropa mirip dengan yang terjadi pada ARPA dan berdasarkan teknologi seperti X.25 dan UUCPNet. Hal utama yang menyebabkan penggantian protokol menjadi penggunaan IP adalah karena jaringan-jaringan sebelumnya memiliki keterbatasan dalam berhubungan secara global dengan jaringan lain.

Sejarah internet di Indonesia diprakarsai dengan munculnya internet di Asia pada akhir 1980, dimana Jepang yang telah membangun jaringan berbasis UUCP pada tahun 1984 sudah mengoneksikan dirinya dengan NSFNET pada tahun 1989 dimana NSFNET menyimpan meeting tahunan yang diselenggarakan oleh Internet Society. INET ’92 yang diciptakan oleh TECHNET di Kobe didirikan pada 1990 dan memiliki koneksi dengan Chulalongkorn dan UUNET.

Berkembangnya Internet di Indonesia
Protokol internet pertama dari Indonesia menurut catatan ARIN dan APNIC adalah UI-Netlab pada tanggal 24 Juni 1988. Nama-nama yang terkenal dalam perkembangan internet di Indonesia adalah Onno W. Purbo, Putu, Firman Siregar, Robby Soebiakto, dan beberapa orang lainnya. Tulisan tentang adanya jaringan internet di Indonesia mulai banyak terlihat di koran KOMPAS dan pada beberapa artikel pendek majalah Elektron.

ISP pertama yang dimiliki Indonesia bernama IndoNet dan mulai beroperasi pada tahun 1994. Pada masa-masa awal tersebut, koneksi internet harus dilakukan dengan sistem dial-up menuju IndoNet sendiri. Ijin ISP untuk IndoNet akhirnya dikeluarkan pada tahun 1995, dan karena itu mulai tersedia beberapa jasa akses Telnet untuk mengakses internet. Kini, teknologi internet di Indonesia mulai harus memperhitungkan trend e-commerce dan bisnis-bisnis online.