LATEST NEWS

Sejarah Proses Penciptaan Manusia Dalam Al-Qur’an

Author - October 30, 2014

Sejarah proses penciptaan manusia dalam Al-Qur’an menjadi salah satu hal yang diakui oleh agama lain sebagai pengetahuan yang benar alias fakta. Berdasarkan cerita di dalam Kitab Suci milik Islam, Malaikat adalah kehidupan yang dijadikan terlebih dahulu sebelum manusia ada. Malaikat sendiri merupakan makhluk yang paling patuh dan tidak pernah melanggar sumpahnya di hadapan Allah SWT. Namun, ketika Allah menciptakan manusia yang akan menjadi khalifah atau pemimpin di bumi, malaikat melakukan protes kepada Allah. Mereka bersuara dan mempertanyakan keputusan Sang Maha Esa tersebut.

Malaikat mengerti bahwa manusia nantinya bisa membuat kerusakan di bumi, dan membuat bumi menjadi hancur. Sementara Allah sendiri berniat membuat manusia sebagai khalifah di bumi. Allah menjawab pertanyaan dan juga protes dari malaikat dengan mengatakan bahwa Allah memiliki maksud tersendiri untuk menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi. Meski manusia bisa membuat bumi hancur dan rusak, namun manusia pula yang bisa membuat bumi kembali indah seperti semula.

Sejarah Proses Penciptaan Manusia Dalam Al-Qur’an

Manusia pertama dalam Al-Qur’an
Akhirnya proses penciptaan manusia dimulai. Nabi Adam AS adalah menjadi manusia pertama yang diciptakan dari segumpal tanah kering yang dibuat oleh Allah. Setelah itu ditiupkan ruh ke dalam bentuk manusia tersebut, jadilah Nabi Adam yang hidup di surga sebagai manusia pertama yang diciptakan oleh Allah. Inilah tonggak dan juga awal mula terciptanya manusia dalam sejarah proses penciptaan manusia dalam Al-Qur’an.

Allah tidak menginginkan Nabi Adam hidup sendirian. Apalagi pada dasarnya segala sesuatu di dunia ini yang diciptakan oleh Allah selalu berpasangan. Allah kemudian menciptakan istri untuk Nabi Adam agar dapat menemani dirinya hidup di surga dan menjadi khalifah di bumi. Jika dilihat lebih dalam, Allah menciptakan 2 manusia yaitu pria dan wanita untuk saling berpasangan. Dengan kata lain hubungan pria dan wanita melalui jalan perkawinan menjadi suatu usaha guna menggabungkan tulang rusuk yang terpisah. Apalagi, Siti Hawa sendiri dibuat dari tulang rusuk Adam. Dengan proses perkawinan ini, tentu saja akan mendatangkan keturunan-keturunan yang membuat manusia berkembang biak.

Usai Siti Hawa terbentuk, datanglah sosok setan yang menggoda kedua manusia ini untuk memakan buah Quldi yang sebelumnya sudah dilarang oleh Allah untuk dimakan. Namun Nabi Adam dan Siti Hawa tidak kuasa menahan godaan setan yang akhirnya membuat keduanya mendapatkan hukuman dari Allah yaitu untuk segera turun ke bumi dan terpisahkan dengan jarak yang cukup jauh.

Manusia Ketiga Dalam Al-Qur’an
Inilah awal mula kejadian manusia ke-3 dalam sejarah proses penciptaan manusia dalam Al-Qur’an yang merupakan semua keturunan dari Nabi Adam dan Siti Hawa melalui proses perkawinan. Al Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sendiri juga memberitahukan mengenai proses terjadinya manusia mulai dari Nabi Adam hingga terbentuknya manusia di dalam rahim seorang perempuan.

Disebutkan bahwa manusia berasal dari saripati tanah yang adalah protein dan sari makanan yang dimakan oleh manusia hingga menjadi energi. Dan semua yang kita makan berasal dari tanah. Semua saripati tanah tersebut akan dimetabolisme oleh tubuh sehingga menghasilkan sperma yang bertugas membuahi sel telur dalam sebuah pernikahan atau perkawinan yang sah. Sperma dan sel telur yang bertemu dalam sebuah hubungan, akan membentuk embrio di dalam rahim seorang perempuan. Embrio tersebut kemudian akan membentuk manusia yang sempurna.

Namun sebelumnya ada beberapa tahapan sebelum embrio berubah menjadi manusia sempurna yang terbentuk di dalam rahim.

1. Bertemunya sperma dan juga sel telur di dalam rahim yang berhasil menyatu dengan sempurna. Dan dari sperma laki-laki, akan terbentuk saraf, tulang dan jaringan tubuh. Sementara dari sel telur perempuan akan terbentuk darah dan juga daging yang akan membuat bentuk sempurna.

2. Tahap berikutnya terjadi pada hari ke 7. Sel telur yang berhasil dibuahi akan segera tertanam di dinding rahim seorang perempuan.

3. Pada minggu ke 4, pembentukan otak, saraf, telinga dan bagian tubuh yang lain termasuk sistem pernafasan bayi sudah mulai terlihat walau belum sempurna. Janin yang berada di dalam rahim sang ibu memiliki saluran darahnya sendiri. Jantung dari bayi sudah mulai berdegup. Dan mulai minggu ke 7, bayi sudah mulai bernafas sendiri.

4. Di minggu ke 5 hingga ke 7, pembentukan tulang dan juga otot sudah mulai terjadi dimana otot akan membungkus tulang. Sementara saat usia 7 minggu, Bagian perut, usus, saraf, otak hingga sistem tulang belakang sudah mulai terbentuk. Selain itu area sistem pernapasan serta kantong paru juga sudah mulai terlihat. Bagian dalam tubuh seperti hati, pankreas dan juga usus mulai terbentuk sempurna. Bagian kaki dan tangan serta panca indera lain juga mulai terlihat.

5. Di minggu ke 8, embrio sudah berubah menjadi janin. Semua tulang janin sudah terbentuk dengan sempurna termasuk kuku di bagian tangan dan kaki.

6. Di tahap ke 6 ruh mulai di masukkan ke dalam janin. Menurut Al Qur’an, nilai kehidupan janin yang berada di alam rahim sudah mempunyai hubungan dengan Allah SWT. Dan di minggu ke 12 atau 40 hari, peran serta orang tua bisa membentuk kepribadian sang janin menjadi lebih baik lagi.

Pengetahuan mengenai terbentuknya manusia dan juga proses janin sendiri baru mulai ditemukan di tahun 1940-an. Sementara sejarah proses penciptaan manusia dalam Al-Qur’an sudah ada sejak Nabi Muhammad SAW menerima wahyu tersebut di tahun 610 M. Terima kasih telah mengunjungi Kumpulan Sejarah. Baca juga artikel menarik lainnya dari kategori Islam seperti Sejarah Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.